Posterous theme by Cory Watilo

Saat sedang mencari pacar #hidupiniseperti melihat-lihat katalog. Kau cari produk yang memikat di hati. Bila tidak kau temukan. Kau ambil katalog yang lain, lalu Kau cari kembali.

  1. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Jcan105l
Pria dan wanita hanyalah sebuah produk. Gak lebih dan gak kurang. Seenggaknya itu yang Gue lihat ketika kedua spesies ini sedang berusaha mencari pasangan hidup. Dan itu terlihat dengan sangat jelas saat Gue menonton take me out Indonesia. Gue bisa melihat bagaimana satu-per satu para pria berlomba-lomba mempromosikan diri mereka. Pekerjaan mereka. gaji mereka, dan Boiling point-nya adalah ini: semakin tinggi gaji yang lo miliki maka semakin tinggi pula kans yang lo dapat untuk membawa pulang  salah satu wanita cantik di depan podium untuk lo jadiin pasangan, pada sisi lain semakin rendah gaji yang lo miliki maka semakin tinggi  pula kans lo untuk ditimpuk sepatu high-heels. PLAAAKK!!

Hobi juga menjadi sesuatu yang at-last- but- not- the- least untuk dipromosikan. Yup, Manusia sebagai makhluk yang memiliki cipta, rasa, dan karsa pasti memiliki hobi. Namun tergantung jenis hobi apa yang lo minati untuk membuat hati cewek luluh. Semakin bonafide hobi yang lo miliki maka semakin tinggi kans lo untuk meluluhkan hati mereka.

Ilustrasi # 1

Kandidat : “ Hi, nama saya Deni. Dan hobi saya adalah travelling. Saya sangat suka menjelajah ke berbagai macam negara, kenapa saya suka travelling? karena masing-masing negara memiliki budaya kuliner setempat yang unik untuk saya rasakan. Dua bulan lalu saya baru saja pulang dari perjalanan Eropa. Bulan depan saya berencana untuk travel ke Amerika utara dan Amerika selatan, dan ada rencana juga untuk mengunjungi Jepang, Shanghai, dan  Hong kong dalam waktu dekat ini. Jadi bagi ladies yang memilih saya, akan saya ajak pastinya untuk travelling ke berbagai macam negara. Mau? Mau? Mau?”

Cewek-cewek podium : “Mau-mau-mau duoonkk pastinya!!”

Namun semua akan menjadi berbeda bila lo memiliki hobi yang jauh dari bonafide. semakin tidak bonafide hobi yang lo miiki maka semakin tinggi pula kans lo untuk mendapat lepehan ludah.

Ilustrasi # 2

Kandidat : “Hi, nama saya Deni. Saya punya hobi pelihara enceng gondok.”

Cewek-cewek Podium : “CUIIHHHH!!”

 Berbicara tentang produk, Yang namanya produk akan selalu terbagi dalam empat kategori:

  1. Produk-berkualitas.
  2. Produk-biasa-biasa aja
  3. Produk-tidak-berkualitas. 
  4. Produk-ancur.

Layaknya produk, Pria dimata seorang wanita secara alamiah juga akan ikut terbagi-bagi ke dalam empat kategori layaknya sebuah produk:


1.       Pria–berkualitas
2.       Pria-biasa-aja
3.       Pria-tidak-berkualitas.
4.       Pria-ancur.

Adalah Adinda sihombing yang memiliki kemampuan untuk membedakan pria. Mana pria yang cukup berkualitas untuk dijadikan pasangan, mana pria yang cukup lucu untuk dijadikan sebatas mainan, dan mana pria yang cukup ancur untuk dibuang ke tempat penimbunan sampah.

Adinda bisa mengetahui kesemuanya itu dari cara pria mendekatinya, dari cara pria memerkenalkan dirinya, dari cara pria menatap kedua bola mata indahnya,  dari cara pria membukakan pintu restoran untuk dirinya, dan terakhir yang tak kalah penting adalah dari cara pria membawa kendaraan pribadinya. Baginya pria dengan Honda jazz adalah pria tipikal yang dewasa dan mapan dalam dunia karir, sementara pria dengan Honda supra adalah pria tipikal yang harus ditinggalkan sebelum matahari tenggelam.

Di suatu siang yang terik, selepas jam makan siang, setiap karyawan sudah kembali tenggelam dengan kesibukannya masing-masing. ada yang sibuk ngeprint, ada yang sibuk ngefax, ada yang sibuk telepon, dan ada atasan yang sibuk nyuruh bawahan untuk ngeprint, ngefax, dan telepon. By the way Gue selalu kagum dengan wajah-wajah karyawan yang sedang terlihat sibuk. Kenapa? Karena wajah mereka terlihat mirip antara satu dengan yang lain. Sama halnya seperti Andhika kangan band dan Charlie ST 12 yang sulit dibedakan satu sama lain.

Karyawan yang tengah sibuk biasanya masing-masing dari mereka akan memasang wajah serius. Ada dua tipe karyawan yang doyan memasang wajah serius. Pertama adalah mereka yang memasang wajah serius karena sedang berkutat dengan angka-angka di MS EXCEL, yang mana angka-angka itu sanggup membuat mata menjadi perih atau juling permanen, Kedua adalah mereka yang memasang wajah serius karena sedang berkutat dengan facebook dan twitter dengan minimized-screen, yang mana merupakan sudah menjadi modus operandi umum bagi karyawan yang ingin terlihat produktif dimata atasan walau tidak ada kerjaan.

Sementara di sudut kubikel lain, bila dilihat secara kasat mata terlihat seorang karyawan yang sepertinya sedang sibuk terlibat pembicaraan cukup serius dengan customer di telepon. Yup, karyawan itu Gue. Tapi hanya Tuhan yang tahu kalau isi percakapan Gue dengan lawan bicara gue emang gak pernah jauh-jauh dari ketawa-tiwi, omongin bos, jelekin bos, dan menyumpahi bos. Bila IT sedang iseng merekam isi pembicaraan telepon dan melaporkannya ke bos gue, maka sudah dapat dipastikan kalau masa depan Gue bakal binasa tak bersisa.

Dari pembicaraan yang tadinya sekadar ketawa-tiwi omongin bos, mendadak suasana percakapan berubah menjadi serius. Apa yang membuat serius? Apa lagi kalau bukan ngomongin soal cewek.

Teman gue: “Eh Den, lu mau gak gue kenalin sama cewek?”

Gue: “Mau donk pastinya!”

Teman gue: “Gue ada niatan untuk ngenalin lo ke adeknya cowok gue nih! dia udah jomblo dua tahun, dan dia cantik kok! Nah dia itu emang suka sama cowok berkacamata.”

Gue: “Oh, ada apa dengan cowok berkacamata emangnya?”

Teman gue: “Gak tau ya..tapi menurut dia pribadi, cowok berkacamata itu lebih terlihat smart dan dewasa aja ketimbang cowok yang gak pake kacamata. Nah lo kan pakai kacamata tuh, siapa tau aja emang bener lo tipenya dia.”

Mendengarkan teman gue ngomong kaya gini mendadak perasaan gue bercampur aduk  antara bahagia, senang, dan terharu. Perasaan yang sama yang pernah gue alami waktu nonton Titanic.

Gue: “Iya sih Gue pake kacamata, tapi kayanya gue gak smart-smart amat dan dewasa-dewasa banget loh ya.”

Teman Gue: “Udeh, coba aja dulu ketemuan, kenalan, dan nonton bareng. Ini nomer esianya : 021-921xxxx. Lo save aja dulu nomernya dia. Ntar malem lo hubungi dia. Nah lo ngobrol-ngobrol aja dulu.”

Gue: “Sepp!”

Teman gue: “Oke deh.”

Gue : “Eh! By the way namanya siapa?”

Teman Gue: “Adinda sihombing.”

Malam itu Gue memutuskan untuk menelepon Adinda. Untuk menghindari dead-air atau Suatu kondisi dimana percakapan menjadi blank atau keduanya sama-sama terdiam akibat gak tahu lagi mau ngomong apaan karena sudah kehabisan topik untuk diangkat, maka gue menuliskan daftar list pada sebuah note kecil tentang apa saja topik yang akan gue obrolin nanti dengan Adinda.

1.       Perkenalkan nama.

2.       Sebutkan dulu sebelumnya pernah kerja dimana saja  dan posisi apa yang pernah dijabat.

3.       Tahu darimana lowongan pekerjaan ini.

4.       Berapa expected salary yang anda harapkan.

5.       Bersediakah kerja lembur serta under-pressured hingga larut malam tanpa uang lembur

Sorry, di atas itu notes yang gue tulis waktu mau interview kerjaan --__--

Dan notes yang benar-benar gue tulis untuk menghindari dead-air dengan Adinda adalah :

1.       Hi namaku Deni oktora, nama kamu Adinda sihombing kan?

2.       Oh ya Adinda kerja dimana? Kalau aku kerja di Cikarang.

3.       Kamu suka film apa?

4.       Kamu suka buku apa?

5.       Kamu suka nonton film apa?

Gue dan Adinda sempat semingguan saling ngobrol on the phone, dan sejauh ini sih obrolan kita gak pernah dead-air, ini mungkin karena Adinda adalah tipe cewek yang punya sense of humour yang bagus. Jadi apapun topik yang sedang kita bahas pasti selalu berakhir dengan gelak tawa hingga keluar air mata. Intinya pembicaraan kita selama seminggu on the phone itu bener-bener nyambung banget. I feel connected to her.

Namun Keadaan mulai gak mengenakkan muncul saat perbincangan kita berubah menjadi:

Adinda: “Eh den, besok kan kita ketemuan tuh, kamu pake kacamata ya?”

Gue : “Eh, iya. Kenapa emang?”

Adinda : “Gak papa, kebetulan Aku suka banget sama tipe cowok berkacamata.”

Gue : “Oh.”

Adinda : “Eh kulit kamu putih gak?”

Gue: “Hah? Kulit aku sih gak putih, tapi gak item-item amat, kenapa sih emang?” Tanya gue agak risih.

Adinda: “Gak papa juga sih.”

Hening.

Adinda: “Eh kalo idung kamu mancung gak?”

Gue : “Hah? gak mancung sih, Biasa aja, tapi gak sepesek idung babi juga sih.”

Adinda: “Ooo.”

Apa-apaan nih? Kok malah jadi mirip test masuk agency model sih? Pikir gue dengan hati gundah gulana sambili minum mandala 525-nya mamah dedeh.

Gue : “Okey nih, jadi besok..kita ketemuan nih?”

Adinda: “Jadi donk..aku gak sabar aja mau ketemuan sama cowok berkacamata.”

Gue : “Okay.” *Ngomong Okay-nya masih dengan hati yang gundah gulana.

Keesokan siangnya kita sepakat untuk ketemuan di Gramedia terlebih dulu sebelum mutusin untuk nonton di 21. Gue pun menunggu di Gramedia sembari melihat-lihat buku-buku new-released dan best-seller. Lama gue menunggu. Dan semakin lama gue menunggu. Semakin gue bisa ngerasain betapa jantung ini berasa mau keluar, dan gue bisa merasakan ada kupu-kupu sedang terbang di dalam perut gue, yang kalau gak salah ungkapan dalam bahasa inggrisnya itu I got butterflies in my stomache. Bener gak sih?

Adinda menyalami tangan gue sembari melemparkan senyum. Sementara gue ikut mengulurkan tangan sembari tersenyum dengan ekspresi Njrit-cantik-banget-nih-cewek. Adinda berkulit putih mulus, dia memakai sepatu high-heels, dan rambutnya seperti sengaja di buat model keriting gitu, dia memakai pakaian long-dress berwarna kecokelatan yang tampak serasi dengan kulit putihnya. Adinda bisa dikatakan terlihat simply perfect! Sementara gue  terlihat simply biasa aja dengan kaos oblong dan celana jeans gombrong. Adinda terlihat menawan, cantik, dan feminin. Gue bisa melihat bagaimana saat berjalan berdampingan di gramedia semua mata lelaki tertuju kepada dirinya memasang ekspresi “Cantik banget cuy.” Setelah itu bola-bola mata itu terlihat heran saat menemukan sosok cowok yang setia berada di sampingnya. “Lah itu tukang ojeknya kok ikut nganterin sampai dalam mall?”

“Udah lama nunggu ya?” Tanya Adinda, membuyarkan lamunan gue.

“Gak kok, Cuma dua puluh menitan.” Ucap Gue dengan intonasi suara yang entah kenapa tiba-tiba jadi seperti waria.

“Ayo kita makan yuk?” Ajak Adinda.

Akhirnya kita makan di sebuah restoran cepat saji bilangan Bekasi. Dan kita pun mengobrol. Banyak hal yang kita omongi. Ternyata memang benar. Adinda adalah tipe cewek yang memiliki sense of humour yang bagus. Bahan obrolan yang kita bicarakan tidak pernah ada habis-habisnya karena kita saling melemparkan jokes satu sama lain. Satu tawa disambut oleh tawa lain. I just feel connected to her. Batin gue saat itu.

Setelah makan sembari ngobrol-ngobrol selama dua jam. Kita pun sepakat untuk melanjutkan pertemuan ini dengan acara nonton. Kita pun menonton film Drag me to hell. Yaitu film yang kalo gak salah tentang cincin bertuah, dimana sang cewek pada endingnya malah ditarik ke neraka.

Selepas nonton Gue dan Adinda berjalan keluar dari studio. Saat itu tidak ada suara yang keluar dari mulut kita masing-masing. Kita hanya berjalan dalam kesunyian sembari menyusuri etalase demi etalase yang sudah terlihat sepi. Secara pribadi Gue menikmati malam ini bersama Adinda. Cowok normal mana sih yang enggak senang punya kesempatan jalan dengan cewek cantik. Tapi selepas nonton drag me to hell, Adinda terlihat lebih diam dan jarang bicara, entah apakah ini efek samping karena menonton film horor atau efek samping karena pergi nonton dengan pria berwajah horor. Batin gue saat itu.

Gue : “Serem gak filmnya menurut lo?”

Adinda  “Mmm…biasa aja sih..”

Gue : “Oh..”

Kita masih jalan menyusuri pintu keluar mall. Dan Gue memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu kepada Adinda.

Gue: “Kalau minggu depan kita nonton lagi gimana? Mau gak?”

Adinda : “Mmmm…liat ntar deh ya…” Adinda menjawab dengan nada datar. Seperti orang yang sedang kehilangan nafsu makan.

Gue : “Ooh.”

Sesampainya di rumah, kepala Gue masih dipenuhi dengan memori-memori saat kita makan dan nonton bareng. Gue jatuh cinta dengan Adinda. Pikir gue.

Namun setelah pertemuan itu Adinda gak menjawab semua SMS gue, dan dia gak mengangkat setiap telepon Gue. Seharusnya Gue sudah cukup pintar untuk memahami kalau Adinda simply gak suka dengan Gue, namun orang yang sedang jatuh cinta sepertinya terlalu bodoh untuk menyadari semuanya itu. Selama seminggu Gue mencoba untuk SMS dan menelepon Adinda, dan hampir 90 % SMS gue gak dibales dan teleponan gue gak diangkat. Kalau adapun Sisanya 10 % Adinda menjawab telepon gue dengan nada datar, dan jawabannya selalu gak jauh dari kata “Mmmm…..ya….. mmmmm…..Ya……Mmmmmmm…”

Hingga suatu hari teman Gue yang menjodohkan Adinda mencoba menelepon Gue kembali di suatu siang. Ia memberitahukan kalau Gue bukan  tipe cowok Adinda banget.

Gue : “Tapi bukannya Adinda suka dengan cowok berkacamata? Gue kan pake kacamata.”

Temen Gue : “Iya, itu emang benar. Tapi Adinda gak suka dengan gaya berpakaian lo yang menurutnya terlalu simple dan mirip ABG labil.”

Gue : “…..”

Temen Gue : “Dari cara lo bercerita juga kata Adinda sepertinya lo belum dewasa Den..”

Gue : “…...”

Temen Gue : “Sorry ya Den..Gue ngasih tahu ini juga supaya lo gak mencoba SMS-in or telepon dia lagi, dia gak mau diganggu lagi sama lo den katanya.”

Gue : “Oh, ya udah..gak papa…toh kita memang punya hak untuk memilih yang terbaik bukan?” Kata gue dengan sok bijak. Padahal  tangan gue sudah berada di dalam laci. Sedang mencoba mencari cutter guna memotong urat nadi gue.

Saat itu pikiran gue melambung ke mantan pacar Gue dua tahun yang lalu. Dia yang selalu bilang kalau dia selalu nyaman berada dekat dengan Gue.  Nyaman berada di samping gue walau gaya berpakaian gue mungkin mirip ABG labil, dan gaya bicara gue yang mungkin gak terlalu dewasa.

 

 

Jcan105l

ketika mencari pacar #hidupiniseperti hukum seleksi alam. Yang memilki pacar adalah mereka yang mampu lolos dalam tahap seleksi. Yang gak punya pacar adalah mereka yang gagal melalui tahap seleksi.

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

Me_169_chasinglove
hukum seleksi alam atau yang lebih dikenal dengan sebutan keren natural selection adalah teori yang diprakarsai oleh Charles Darwin pada abad 19. Pada intinya hukum ini menjelaskan tentang bagaimana caranya suatu spesies bisa beradaptasi dengan kerasnya lingkungan alam guna bertahan untuk hidup. Reward yang didapatkan bagi spesies yang bisa beradaptasi adalah berhak mendapatkan kehidupan serta meneruskan garis keturunannya. Namun bagi yang tidak bisa beradaptasi juga akan mendapatkan reward yang gak kalah menarik. Yaitu: mati-aje-lo.

Dan tahukah lo kalau hukum seleksi alam pada dasarnya sudah bekerja semenjak miliaran sperma Ayah kita sedang mencoba memasuki sel ovum milik Ibu kita. Bayangkan! Miliaran sperma saling berebutan mencoba menerobos masuk ke dalam sel ovum Ibu kita! Dari miliaran sperma yang saling berebut masuk itu hanya satu yang akan berhasil masuk ke dalam sel ovum. Lalu sisanya kemana? Kemungkinan tewas terinjak-injak, Kehabisan napas, atau mati ditusuk dari belakang.  *Ini sperma kaya lagi nonton konser Slank ceritanya* Satu kandidat sperma yang lolos masuk ke dalam sel ovum itulah yang menjadi cikal bakal terjadinya proses pembuahan hingga Ibu kita hamil dan melahirkan kita ke dunia ini.

Pada dasarnya hukum seleksi alam terjadi karena ketatnya suatu kompetisi. Dan lo semua tahu kalau hidup di dunia ini memang penuh kompetisi, terutama dalam hal mencari pacar. Dan ketika kita sedang mencari pacar maka hukum seleksi alam pun akan bekerja dengan kejamnya. Seenggaknya itu yang gue rasakan saat mencari pacar..

Kinoy

Saat SMU gue pernah menaruh hati dengan seorang cewek. Ia merupakan teman sekelas gue. Ia mengenakan kacamata. Dan entah kenapa hati gue selalu mudah luluh kalo liat cewek berkacamata. Smart adalah kesan pertama yang gue dapat kalo lihat cewek dengan kacamatanya. Sementara tukang pjit adalah kesan pertama yang gue dapat kalo lihat Ian kasela manggung dengan kacamatanya.

Namanya Kinoy. Tentu ini adalah nama samaran, dan selanjutnya lo gak perlu tau kenapa gue lebih milih nama kinoy sebagai nama samaran. awalnya gue gak ada rasa apa-apa terhadap kinoy. Karena laki gak minum rasa-rasa. Laki minum ekstra joss!!! Nah yang itu barusan jingle iklan minuman favorit gue.

Kinoy itu termasuk cewek pendiam menurut gue. Tapi gak seperti limbad juga sih..

Gue: “Kinoy, gue pinjem buku catatan bahasa Indonesia donk..”

Kinoy: *Dia membuka tas ranselnya tanpa banyak kata, mengambil buku catatan bahasa Indonesia dan memberikannya ke gue dengan senyuman yang manis*

Berbeda dengan Limbad 

Gue : “Bad, gue pinjem buku catatan bahasa Indonesia donk.”

Limbad: *Dia membuka tas ranselnya tanpa banyak kata, mengambil pecahan beling lalu mengunyahnya satu persatu*

Kinoy duduk pada barisan kedua dari depan. Sementara gue duduk pada barisan kedua dari belakang. Biasanya mereka yang duduk di urutan pertama dan kedua dari depan adalah kaum yang selalu diramalkan oleh para guru sebagai calon mahasiswa cum laude dan memiliki karir yang gemilang di sebuah perusahaan swasta ternama atau BUMN. Sementara bagi yang duduk di urutan pertama dan kedua dari belakang adalah kaum yang selalu diramalkan oleh para guru sebagai calon mahasiswa drop-out dan memilki karir sebagai anggota kapak merah di perempatan coca-cola.

Ketika kita jatuh cinta kita menjadi seorang pengamat yang baik. Banyak hal-hal kecil yang tadinya gak kita perhatikan sama sekali tentang dia. Namun setelah kita jatuh cinta kita berubah menjadi sosok yang mampu mengamati dirinya dengan teramat detail. Seperti gue yang awal-awalnya gak pernah memperhatikan senyum Kinoy. Namun setelah gue jatuh cinta, gue jadi tahu kalau kinoy memiliki lesung pipit pada pipi sebelah kiri ketika dia tersenyum. Begitu juga dengan lehernya yang putih. Gue gak pernah memperhatikan bagian itu sebelumnya. Namun ketika gue jatuh cinta, kini gue tahu kalau ada bintik hitam kecil atau yang lebih dikenal dengan tahi lalat menempel dengan indah pada leher putihnya.

14-februari-2001 atau 2002, gue lupa tahun tepatnya. Hari raya kasih sayang atau yang lebih akrab kita kenal dengan hari raya valentine merupakan hari raya yang cukup penting. Sakral. Dan istimewa bagi setiap insan makhluk hidup di berbagai belahan dunia untuk merayakan cinta, mengungkapkan cinta, dan mendapatkan cinta. hingga dapat dipastikan bagi siapapun yang tidak merayakan hari raya sakral ini akan masuk ke dalam golongan.

  1.  Enceng gondok.
  2.  Encu.
  3.  Kutu air.

Berhubung gue gak mau masuk ke dalam ketiga golongan diatas maka pada akhirnya gue memutuskan untuk mengungkapkan isi hati gue kepada Kinoy pada hari raya valentine. Sehari sebelum valentine gue membeli satu batang cokelat, bunga merah jambu yang cebanan, dan kartu valentine. Malamnya gue tulis semua isi hati gue terhadap Kinoy di atas kartu valentine. Gue menulis dengan tangan kanan gue yang notabene gak jauh beda hasilnya dengan tulisan tangan kiri ayam yang habis kena stroke.

Hari valentine tiba. Gue memberikan sebatang cokelat, bunga merah jambu cebanan, dan kartu valentine yang di dalamnya ada kata-kata romantis yang gue tulis tangan dengan gaya Chicken-new-Roman yang merupakan versi hancurnya Times new roman.

Gue mengungkapkan isi hati gue kepada Kinoy bak shakespeare labil. naas Kinoy menolak cinta gue. Dia mengatakan kalau dirinya belum boleh berpacaran oleh orangtuanya which means kalo diterjemahkan sesungguhnya Kinoy menolak cinta gue Karena dia gak mau pacaran dengan cowok yang mukanya mirip sendal jepit.

Gue pulang dengan lemas. Hati gue remuk. Pretty asmara tetap gemuk.

Dua minggu kemudian terlihat dengan jelas hasil kejamnya hukum seleksi alam pada hari raya valentine tersebut. Gue biasanya melihat Dinda (Nama samaran) seorang teman kelas sebelah yang kedua matanya selalu bersinar dalam kesehariannya  di sekolah, kini gue melihat kedua bola mata itu redup dan tidak ada keceriaan lagi di dalamnya. Hingga akhirnya gue tahu kalau ternyata cinta Dinda ditolak pada hari raya valentine oleh kakak senior kelas 3 yang notabene sudah ia idolakan semenjak kelas 1. Sementara gue melihat Ahong (Lagi-lagi nama samaran) yang biasanya menjalani kesehariannya dengan mata sipit kini kedua bola matanya masih tetep sipit juga sih. Bedanya kini ia merubah potongan rambutnya dengan gaya belah tengah dan sering senyam-senyum sendirian di tangga. Sekilas ia tampak seperti Vaness wu versi transgender. Rupanya cintanya baru saja diterima oleh cewek pujaannya.

Sementara nasib gue setelah ditolak oleh Kinoy membuat gue jadi susah konsentrasi dalam hal belajar. Namun hal itu tidak lagi jadi masalah setelah aku rutin makan Indomie setiap paginya sebelum berangkat sekolah. Pikiran jadi mudah untuk konsentrasi dan badan tetap bugar. Ini cerita indomie ku. Apa cerita indomie mu? #ceritaindomie #jingleiklan #abisanbingungmaunulisapalagi

Hukum seleksi alam pada hari raya valentine selalu menyisakan mereka yang patah hati karena cintanya ditolak, dan mereka yang hatinya sedang berbunga-bunga karena cintanya diterima. Suka atau tidak kita harus bisa menerima hal ini. Namun apapun hasilnya pencarian akan cinta harus tetap kita lakukan. Pada tempat yang lain. Pada kesempatan yang lain. Pada orang yang lain. Dan pada hari valentine yang lain.

Dua bulan setelah hari valentine. Gue ngobrol dengan salah satu teman gue sehabis pulang sekolah.

Gue: “Kayanya ada yang lagi seneng nih”

Temen: “He..he..he...Iya, tau aja lo”

Gue: “Kenapa? Kenapa? Cerita-cerita donk..”

Temen: “Gue baru aja jadian sama cewek yang gue suka.”

Cinta Laura: “Really!! Oh my gosh!! I can’t belive it...You must be very happy right now. Tell me. Tell me . please tell me who’s the lucky girl?!!”

Entah kenapa saat itu mendadak Cinta laura muncul di tengah-tengah scene kita. Padahal tidak ada dalam script. Dan adegan pun terpaksa harus diulang kembali.

Re-take.

Gue: “Kayanya ada yang lagi seneng nih”

Temen: “He..he..he...Iya, tau aja lo”

Gue: “Kenapa? Kenapa? Cerita-cerita donk..”

Temen: “Gue baru aja jadian sama cewek yang gue suka.”

Gue: “O..kapan lu jadian?”

Temen: “Valentine dua bulan lalu”

Gue: “Wahh...manteb!! siapa cewek yang lu tembak??”

Temen: “Kinoy”

 

#Hidupiniseperti photo, hanya akan menjadi kenangan saat kita merenta nanti. – 14 Mei

Time_travel

Menurut gue waktu adalah sesuatu yang ngeselin. sama ngeselinnya kaya Dave hendrik waktu ngomong KISS: Kisah seputar selebiritis!! Mmmmuuuuaccchhhhh.....Waktu membuat segala sesuatunya menjadi tidak abadi di dunia ini. Waktu juga yang telah menjadikan segala sesuatu yang berawal pasti akan berakhir juga. Dan itu semua terjadi dalam span waktu tertentu. Satu tahun yang lalu mungkin lo bisa aja lagi bermanja-manjaan dengan pacar lewat telepon. Saling ayank-ayank-an. Saling ngegombal: kalo kamu jadi bunga, aku jadi lebahnya. Kalo kamu jadi kate middleton, aku jadi pangeran williamnya, Kalo kamu jadi KD, aku jadi Raul lemosnya. Tapi siapa yang tahu bila setahun kemudian lo dan pacar sudah putus. Sudah tidak memiliki hubungan apapun. Bahkan sudah menganggap tidak saling kenal lagi. Gue. elu. End-kalo kata ABG labil jaman sekarang. dan akan lebih ngenes lagi kalo ternyata setahun kemudian lo mendapati sang mantan pacar berada dalam satu restoran yang sama dengan lo. Dia sedang bersama pacar barunya. Sementara lo masih jomblo. Mata lo menatap dia. Mata dia menatap lo. Zoom in. Zoom out. Zoom in. Zoom out. Terus pacar barunya berbisik kepada mantan lo

 “Siapa itu yank?”

*JENG-JENG-JENG-JENG!!*

Sang mantan pacar menjawab masih dengan menatap kedua mata lo

*JENG-JENG-JENG-JENG!!*

“Enggak, bukan siapa-siapa.”

Mereka melanjutkan makan mereka kembali. Sesekali mereka terlihat ngobrol, tertawa lepas, dan saling berpegangan tangan. Lo cuma bisa diem. berusaha untuk stay cool sembari memesan makanan. namun naas ternyata beberapa menit kemudian restoran memasang backsound  lagu sang mantannya Nidji

*JLEB!* membuat lo ingin jambak rambutnya Giring Nidji.

Lo kembali menatap mata sang mantan pacar.

*JENG-JENG-JENG-JENG!!*

 Eh ternyata dia ikut-ikutan menatap mata lo lagi. Zoom in. Zoom out. Zoom in. Zoom out.

*JENG-JENG-JENG-JENG!!* (Sorry kalo sinetron banget)

Lo memutuskan untuk pergi ke toilet dengan sikap “stay cool”

Lo nangis di dalem toilet.

Bicara tentang waktu, Siang tadi gue lagi asyik menonton seri dokumenter National Geographic: Into the universe with Stephen Hawking dalam episode Time travel (Menjelajah waktu) di situs youtube. Untuk sekadar informasi aja kalo Stepehen Hawking adalah seorang fisikawan dan kosmologis berkebangsaan Inggris. Dia ini konon katanya punya IQ 160. Jumlah IQ yang sama dengan yang dimiliki oleh almarhum Albert Einstein. Berbeda dengan gue yang jumlah IQ nya gak jauh beda dengan IQ pohon toge.

Apa yang membuat gue tertarik dengan Hawking adalah karena teorinya mengenai waktu. Hawking percaya kalau manusia, suatu saat nanti dalam sejarah peradabannya akan mampu bepergian menjelajah waktu atau lebih dikenal dengan istilah Time travel. Hal ini cukup membuat gue lega. Karena dengan teori ini. gue sempet berpikir kalau pada akhirnya kita bisa bermain dengan waktu. Kita bisa berpergian dengan waktu. Dan kita bisa men-cheat waktu! Bayangkan, Lo bisa bepergian kembali ke tempat setahun lalu. Ke tempat dimana saat lo masih berpacaran dengan pacar lo. Atau lo bisa kembali ke tempat tiga tahun lalu saat lo masih menjadi remaja labil SMU. Bahkan lo bisa pergi ke masa depan untuk sekadar melihat siapa calon istri atau suami lo nanti, dan berapa anak yang bakal lo punya. Waktu tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Hooray! *tepuk tangan* *salaman*

Ternyata gue salah.

Setelah menonton tuntas seri dokumenter tersebut, hawking memberikan kesimpulan akhir tentang teorinya terhadap time travel. Hawking mengatakan kalo kita hanya mungkin dapat melakukan perjalanan waktu ke masa depan (Future) tidak ke masa lampau (past).

Perjalanan waktu ke masa lampau mustahil dilakukan karena sifatnya yang paradoks, teori ini dikenal dengan paradox theory. Apa itu paradox theory? Buset dari tadi gue ngemeng udah kaya asisten dosennya si Hawking aja nih *minum aQua gelas dulu*

Paradox theory itu seperti ini nih..misal ada seorang pria bernama Boedi yang berniat untuk membunuh sang kakeknya di masa lampau pada tahun 1900. Bila si Boedi berhasil membunuh sang kakek maka Ayahnya Boedi tidak akan lahir donk di dunia ini? Bila Ayahnya Boedi tidak lahir di dunia maka si Boedi juga tidak akan lahir donk di dunia? Jadi kesimpulannya bila si Boedi berhasil membunuh sang kakek pada tahun 1900, maka keeksistensian Boedi akan menghilang seketika di dunia ini tepat setelah ia membunuh kakeknya, dan hal ini tentu saja bersifat paradoks karena bertentangan dengan realita masa depan yang menyatakan kalau si Boedi telah lahir dan eksis di dunia ini.

Setelah menonton dokumenter tersebut dan memahami kesimpulan yang diberikan oleh Hawking. Gue pun merenung dalam-dalam. Berusaha berpikir keras. Mengernyitkan dahi. Menghela napas. Ketiduran.

Well maksud gue gini, Seandainya prediksi Hawking benar, dan dalam waktu 200 tahun yang akan datang kita sudah memiliki mesin waktu yang mampu membawa kita ke masa depan, tentu hal ini menjadi sesuatu yang sangat cool-banget-getu-loh untuk dilakukan bagi manusia. Siapa sih yang gak mau pergi ke masa depan untuk menengok masa depannya sendiri? tentu kita penasaran bukan, tentang siapa yang akan menjadi istri atau suami kita sepuluh tahun mendatang. Apakah kita sudah memiliki rumah tangga dengan anak-anak kita yang lucu-lucu atau masih saja stay single di kos-kosan, kita juga ingin mencari tahu apa pekerjaan kita dalam waktu sepuluh tahun mendatang, apakah kita telah menjadi manager di sebuah perusahaan besar, atau menjadi pengusaha sukses, atau malah mati kelaparan menjadi pengangguran. Tentu kita semua penasaran akan hal-hal seperti ini bukan?

Masa depan memang mengasyikkan untuk dijelajahi. Tapi bila 200 tahun ke depan sains tidak mampu membawa kita pergi ke masa lampau, menurut gue itu payah sekali man. Kenapa payah? C’mon dude *asli berasa banget gaulnya kalo gue ngemeng kaya gini* kita semua pasti pernah donk untuk kepingin kembali ke masa lampau demi mengulang sekali lagi momen-momen yang gak ingin kita lewatkan. Momen-momen yang selalu saja kita kenang. Momen-momen yang selalu saja membuat kita tersenyum sendiri. menangis sendiri. tertawa sendiri. momen-momen yang selalu kita ingat bila kita sedang sendirian. Momen-momen yang selalu kita ingat bila kita sedang nyetir mobil, sedang dalam Bus, atau sedang mendengarkan sebuah lagu dari radio mungkin.

Menurut gue pribadi photo adalah jalan satu-satunya agar kita bisa kembali ke masa lampau. kenapa Photo? Karena kalo spanduk atau baleho kegedean kali. Gue bukan orang yang doyan fotografi dan gue gak terlalu ngerti tentang tipe-tipe kamera, gue juga gak ngerti bagaimana teknik mengambil photo yang benar, Gue pun juga gak ngerti sampai sekarang kenapa cewek-cewek ABG selalu pasang pose bibir dimonyong-monyongin atau lidah dimelet-meletin tiap kali diphoto. Hanya saja terlepas dari semua itu, gue pribadi selalu kagum dengan sebuah gambar photo. Ketika sebuah kamera diarahkan kepada kita yang sedang memasang pose senyum, dan saat kilatan sinar flash menyergap dengan kecepatan cahyanya, di saat itulah gue memiliki keyakinan kalau waktu berhasil diberhentikan untuk sesaat―Detik, menit, dan tahun― oleh sebuah kamera, lalu diabadikan ke dalam bentuk sebuah kertas bergambar. Dan melihat kembali photo tersebut adalah jalan satu-satunya untuk kembali ke masa lampau bukan?

Gue pernah menonton film The butteryfly effects yang dibintangi oleh Ashton kutcher 2004 silam. Gue suka dengan plot ceritanya yang berkisah tentang seorang remaja berusia 20 tahunan bernama Evan treborn yang memiliki kemampuan untuk menjelajah masa lampau hanya dengan melihat gambar photo-photo lama. Cukup dengan melihat photo tersebut, ditambah sedikit konsenterasi, dan daya visualisasi yang kuat, Evan mampu pergi menjelajah masa lampau. pergi menuju waktu dimana photo itu diambil

Ehem.. dan disaat gue menulis Esai ini, gue sedang melihat photo mantan gue, bukan. Bukan photo mantan majikan yang di Jeddah. Tapi ini beneran mantan pacar. Gue sedang melihat photo dia, sejumlah kartu valentine-valentine yang pernah kita saling tukar, dan tiket-tiket bioskop 21 yang pernah kita tonton bareng. Hemm.. dan disaat seperti ini gue berharap bisa seperti Evan treborn. mampu pergi ke masa lampau.

 

 

 

 

“#hidupiniseperti halte bus. kadang kita harus menunggu lebih lama untuk sesuatu yang kita nanti-nantikan” - 25 april

Bus-stop

 

 

Kita semua pernah menunggu. Dari yang cuma sekadar nunggu bus lewat, nunggu bajaj lewat, nunggu jodoh lewat, hingga yang ekstrim seperti nunggu nyawa mertua lewat (Udah deh, yang benci sama mertua mending ngacung jari aja)

Gue termasuk orang yang paling males menunggu bus di halte (Apalagi halte busway). ditambah kalau gue lupa bawa novel untuk dibaca, atau lupa bawa ucok baba untuk dimainin, bawaannya pasti bakal suntuk banget. Biasanya untuk mengusir rasa suntuk tersebut kadang gue suka nyanyiin lagu “Bus sekolah yang kutunggu” nya koes plus di dalem hati untuk sekadar mengusir kesuntukkan. Mungkin ada yang sekadar tanya “Kenapa harus lagu “Bus sekolah yang kutunggu”? kenapa gak lagu “Telah gugur pahlawanku?” *kalo bener ada yang nanya kaya gini, berarti matanya minta dicolok*

Menunggu, mungkin bisa menjadi sesuatu yang paling membosankan untuk kita lakukan dalam hidup kita, kalau bisa malah sebisa mungkin kita menghindari yang namanya menunggu. Tapi semakin lama gue berpikir tentang arti menunggu dan merenunginya hingga pukul tiga pagi, semakin gue sadar kalo kebanyakan merenung hingga pukul tiga pagi ternyata beneran bisa bikin masuk angin dan bangun kesiangan *tepok jidat*

By the way, gue mau berbagi cerita pengalaman gue tentang menunggu kepada kalian. Karena gue yakin kita semua punya pengalaman dalam hal menunggu. Menunggu bisa jadi sebuah aktivitas yang sangat membosankan, Sama membosankannya kaya kita ngeliatin mukanya Andhika kangen band, pasti membosankan bukan? Tapi itulah hidup. Menunggu bisa jadi merupakan opsi satu-satunya yang harus kita pilih ketika gak ada hal lain yang bisa kita lakukan demi sebuah jawaban.

Sebenarnya banyak cerita yang bisa gue tulis di catatan ini tentang pengalaman gue dalam menunggu. Tapi gak mungkin gue tulis semuanya sekarang, karena jam 3 sore nanti gue ada les balet dan hari ini tuh ya gladiresik, jadi gak boleh telat tau #ngomongsamaember

Pada akhir Januari 2008 lalu gue resmi diwisuda, dan mendapatkan gelar S.E. gue masih ingat bagaimana saat itu setelah berakhirnya acara wisuda gue menyempatkan diri untuk berlari keluar dari gedung, dengan iseng gue lempar topi wisuda gue ke atas dengan rasa syukur, haru, dan bangga yang luar biasa. setelah gue lempar tuh topi wisuda dengan tinggi-tinggi, seketika langit pun terbelah menjadi dua, dan gue dapat melihat12 malaikat beterbangan di atas awan-awan secara perlahan. Tadinya gue pikir mereka para personil SUJU, tapi ternyata beneran malaikat. Gue bisa mendengar suara nyanyian malaikat bersayap yang membahana. Masing-masing dari mereka memainkan alat musik di atas awan-awan. Ada yang memegang harpa, ada yang megang gitar, ada yang megang bass, ada yang megang keyboard, ada yang megang drum, bahkan ada yang megang kecrekan. Ini malaikat apa Soneta group gue juga rada bingung. *woy lebay!*

Setelah lulus kuliah. Gue bisa melihat kalo masa depan sedang terbentang dengan luas di hadapan gue. “dunia ada pada genggaman gue” kata gue saat itu dengan gaya telunjuk mengarah ke langit untuk menambah efek dramatis.

Dan keesokan harinya gue baru nyadar kalo status gue setelah diwisuda adalah pengangguran. *krik..krik..krik..*

 Tiap pagi yang dulunya selalu bangun jam enam pagi untuk bersiap-siap berangkat kuliah dengan terburu-buru. Mengerjakan tugas dengan terburu-buru. Stress karena ada kuis atau tugas paper semesteran, kini gaya kehidupan gue setelah lulus menjadi completely different! Gue tidak lagi bangun pukul enam pagi. Kini gue bangun pukul sebelas siang. Kegiatan gue hanya sebatas tidur siang. Makan. Tidur siang lagi. Bangun. Makan lagi. Tidur siang lagi. Setiap hari gue menjalani kegiatan seperti ini macam pengangguran yang sukses.

Setelah berpengalaman dua bulan lebih menjadi pengangguran, gue pun menyadari kalo lulus kuliah bukan seperti yang gue bayangkan selama ini. Seperti yang tadi gue bilang “dunia ada pada genggaman gue” karena pada kenyataannya setelah lulus kuliah berarti gue harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Dan seperti yang kita tahu kalo mencari pekerjaan di negeri ini tidak semudah membalikkan gerobak ice cream walls.

Hari demi hari selalu gue lewati dengan pergi ke warnet dekat rumah. dengan paket Rp. 3,000 untuk 4 jam. Gue pun mulai me-register diri gue ke sejumlah account pencari kerja online macam Jobsdb dan Jobstreet. Gue pun tiap hari. Catet tiap hari. Pergi untuk login jobsdb dan jobstreet demi melihat kalo ada lowongan kerjaan terbaru. Intinya saat itu gue apply pekerjaan secara online sebanyak-banyaknya. Walau hasilnya nihil. Karena tidak satupun ada panggilan masuk ke handphone gue. harapan mulai ada semenjak beberapa perusahaan besar memanggil gue untuk posisi Management trainee. Tapi lagi-lagi setelah itu tidak ada satu dari perusahaan besar itu memanggil gue kembali ntuk mengikuti tahap selanjutnya. Which means gue gagal dalam seleksi masuk. *goddamnit*

Gue sempet jenuh juga sih. gue sempet down dan putus asa. Sempet gak mau minum mandala 525 juga “Solusi sehat tanpa obat” Saat itu gue merasa kalo sepertinya gue sudah mengerahkan segala daya usaha gue hingga titik batas maksimal. Tapi hasil yang gue dapat adalah nihil. Tidak ada.

Suatu siang selepas mengikuti sesi psikotest dan interview dengan salah satu perusahaan kargo cukup besar di Menara summitmas II, bilangan sudirman. Gue memutuskan untuk menyeberang ke ratu plaza untuk menunggu bus tujuan Bekasi di halte yang tidak jauh dari situ.

Gue cukup lama menunggu di halte itu. Ditemani dengan terik sinar matahari yang menyengat hingga menyebabkan kulit gue tidak sehalus dan seputih kulit shinta. Ditambah dengan Bus Bekasi yang memang agak lama datengnya.

Iseng gue pun memutuskan untuk melihat orang-orang yang berada di sekitar halte. Ada cewek cantik dengan kardigan ungunya yang lagi asyik dengerin musik dari blackberry-nya, ada seorang bapak-bapak yang sedang asyik menelepon kerabatnya. Ada mahasiswa yang sedang asyik ngerokok, ada gembel yang sedang asyik koprol ke depan sebanyak dua kali dan koprol ke belakang tiga kali. Gue melihat raut wajah mereka yang sepertinya sedang menikmati kegiatan yang kita sebut menunggu.

Wajah-wajah mereka sama sekali tidak menyiratkan rasa gelisah, bete, keluh kesah, atau senewen. Sepertinya mereka sadar kalo rasa gelisah, bete, dan senewen tidak merubah kondisi menjadi lebih baik. Mereka sadar kalo menunggu adalah satu-satunya yang bisa mereka lakukan untuk naik bus saat ini. Begitu juga gue. mungkin menunggu adalah satu-satunya hal yang bisa gue lakukan saat ini demi mendapatkan pekerjaan setelah semua usaha sudah gue kerahkan hingga titik batas maksimal. Karena memang kadang hidup ini seperti halte bus. kita harus menunggu agak lama untuk sesuatu yang kita nanti-nantikan bukan?

Eh itu bus bekasi udah dateng! Gue cabut dulu ya.

Buset deh nih gembel masih koprol-koprol aja dari tadi.

“Seandainya #hidupiniseperti wikipedia. Aku akan mudah mencari tahu semua informasi tentang dirimu” 14-april

Wikipedia_logo

Gue punya teman setia online bernama wikipedia. Nama-nama asing lain di barat sana selalu punya panggilan akrab sebagai tanda keakraban dalam lingkungan pergaulan mereka. misal setiap orang yang bernama Michael pasti akan dipanggil Mike oleh teman-temannya, Thomas dipanggil Tom, Markus dipanggil Mark, Peter dipanggil Pete, Brittany dipanggil Brit, Andika kangen band tetap dipanggil kampret. Begitu juga dengan wikipedia. Gue memanggilnya dengan sebutan wiki sebagai tanda kalau kita berdua memang deket dan udah lama kenal *toss*

Kenapa gue dan wiki bisa akrab? Loe boleh ambil cemilan dulu sebelum gue ceritain biar sedikit santai kayak di pantai. Gue dan wiki bisa akrab karena ceritanya begini...dari dulu gue punya hobi nonton DVD, dan berikut adalah beberapa kebiasaan aneh yang sering gue lakukan ketika nonton DVD :

Kebiasaan # 1: Mem-paused scene kapanpun ketika wajah sang aktris cantik sedang berada dalam posisi imut.

Penjelasan : Misal sedang ada scene seorang aktris cantik berambut panjang dan berkulit putih lagi tersenyum dengan manis. Bukan. Ini bukan Sule abis make Tje-fuk lalu tersenyum seperti waria baru dapet pelanggan. Intinya adalah gue doyan banget mem-paused beberapa scene dengan cepat ketika gue mendapati wajah sang aktris cantik sedang dalam posisi imut. Jangan tanya kenapa.

Kebiasaan # 2 : Menatap wajah sang aktris cantik dalam-dalam.

Penjelasan : Setelah mem-paused, dan mendapati posisi wajah sang aktris cantik dalam posisi imut. Gue akan menatap wajah cantik aktris tersebut dalam-dalam...sekali lagi gue tatap wajah sang aktris dalam-dalam...dua kali lagi masih gue tatap wajah sang aktris dalam-dalam...Hingga gue berhenti sejenak. kemudian berkata dalam hati “Minum mandala 525, solusi sehat tanpa obat” he..he..he..enggak deng, loe kira gue mamah dedeh! Biasanya gue berkata dalam hati “Hemm..cantik banget, Siapa ya nama aslinya?”

Kebiasaan # 3: Mencari tahu nama asli sang aktris cantik.

Penjelasan: untuk mengetahui nama asli sang aktris cantik. Biasanya gue langsung berinisiatif memforward film hingga muncul end credits pada bagian akhir film yang menampilkan daftar-daftar nama pameran film yang sesungguhnya. Gue mencarinya berdasarkan nama peran yang dia mainkan pada film tersebut.

Kebiasaan # 4: Minta bantuan si wiki untuk mencari tahu informasi detail tentangnya.

Penjelasan: Setelah mengetahui nama asli sang aktris cantik, dengan nafsu gue bakal langsung membuka laptop dan meminta bantuan si wiki untuk mencari tahu detail informasi tentang si aktris cantik. Gue ketik nama si aktris cantik dengan lembut pada kolom menu search si wiki. dan dengan menekan tombol enter satu kali maka dalam waktu sedetikpun gue sudah mengetahui nama panjang si aktris cantik, tanggal, bulan, tahun kelahiran, umur, karir dari awal mula hingga sekarang, cerita singkat tentang kehidupan pribadinya, siapa pacarnya saat ini, siapa nama mantan-mantannya waktu dulu, dan yang bisa bikin gue teramat bahagia adalah ketika si wiki bisa ngasih gambar tanda-tangan sang aktris cantik tersebut. (Tapi hal seperti ini jarang-jarang dilakukan oleh si wiki, hanya ada tanda-tangan beberapa aktris/aktor saja yang ada di wiki) kenapa tanda tangan menjadi bagian favorit gue? Karena menurut gue dengan melihat guratan-guratan tanda tangan seorang setidaknya kita bisa sedikit membaca karakter sang pemilik tanda tangan. Nah berikut adalah tiga macam tanda tangan yang umum gue kenal :

Tipe tanda tangan # 1. Adalah tanda tangan yang didominasi oleh garis tegak lurus dengan guratan tebal. Bila gue menemukan tanda tangan dengan tipe seperti ini, besar kemungkinan si pemilik tanda tangan berkarakter :

1.      Smart

2.      Pemberani

3.      Penyuka tantangan

4.      Tidak mudah menyerah.

5.      Seorang perencana ulung.

6.      Memiliki passion dalam menjalani kehidupannya.

 

Kesimpulan: Karakter-karakter diatas bisa gue temukan pada sosok Agnes Monica.

Tipe tanda tangan # 2. Adalah guratan tanda tangan yang didominasi oleh garis melingkar dengan guratan halus dan tipis. Bila gue menemukan tanda tangan dengan tipe seperti ini, besar kemungkinan si pemilik tanda tangan berkarakter:

1.      Lemah lembut

2.      Menyukai warna merah jambu

3.      Menyukai keindahan

4.      Sensitif

5.      Penyayang binatang

6.      Suka bermain barbie

7.      Hobi menulis diary.

Kesimpulan: Karakter-karakter diatas bisa gue temukan pada sosok Ivan gunawan.

Tipe tanda tangan # 3. Adalah guratan tanda tangan yang Semrawut, absurd, dan gak jelas maksudnya apa. Bila gue menemukan tanda tangan dengan tipe seperti ini, besar kemungkinan si pemilik tanda tangan berkarakter :

1.      Semrawut

2.      Absurd

3.      Gak jelas maksudnya apa.

Kesimpulan: karakter-karakter diatas bisa gue temukan pada sosok Andhika kangen band.

Singkat cerita si Wiki ini telah banyak membantu gue untuk mencari berbagai macam detail informasi aktris-aktris cantik yang gue taksir lewat nonton DVD, hingga membuat gue berpikir “Isn’t it amazing? knowing all the details information about one person that you really admired. That you really fall in love with. That you really fall for. you know what? I think it’s so cool!! *Biar kaya cinta laura*

Disuatu siang yang terik. Saat jarum jam tepat menunjukkan angka 12 siang. Adalah waktu dimana rasa lapar tengah menyerang banyak perut karyawan dengan brutal. Gue dan teman-teman kantor seperti biasa langsung cabut ke food-hall untuk memesan masing-masing makanan favorit kami. Ada yang pesan nasi goreng ayam, ada yang pesan iga bakar, ada yang pesan gado-gado, namun ada juga yang cuman pesan kuah soto dan air putih sementara lauknya dibawa dari rumah. Memang agak susah ngebedain mana karyawan yang ngirit, mana yang miskin.

Gue punya kebiasaan mengamati banyak orang dari jauh. Terutama mengamati kaum hawa yang terlihat imut dan lucu dimata gue. Mungkin kedengeran sedikit mirip dengan hobi psikopat yang doyan mangsa perawan. Tapi tenang kok. Karena dimana ada banyak cewek imut. Disitu pula kekuatan super hero gue langsung aktif secara automatis. being Invisible.

Balik lagi ke food-hall. Saat makan siang dengan teman-teman kantor. Ada cewek imut yang udah lama gue amati dari hari ke hari. Cewek itu berambut panjang hitam legam seperti model sunsilk.

Gue sering memerhatikan bagaimana cara dia memilih tempat duduk untuk makan bersama teman-temannya yang lokasinya berseberangan dengan gue. Gue sering memerhatikan cara dia tersenyum dengan manis saat tengah bercanda dengan teman-temannya. Gue sering memerhatikan cara dia memesan makanan ke mas-mas penjual. Gue juga gak pernah luput mengamati cara dia mengambil blackberry dari saku jeans, lalu untuk beberapa saat terlihat asyik sendiri dengan smart-phone-nya itu. Semua gerak-gerik cewek imut ini terus gue amati berminggu-minggu bak agen rahasia james bond, walau kenyataannya muka dan bau badan gue lebih mirip agen minyak tanah. Namun sayang seribu sayang sang agen rahasia kita kali ini gak tahu nama cewek imut tersebut.

Dalam momen seperti inilah gue inget kebiasaan gue nonton DVD yang bisa mencari tahu nama asli sang aktris cantik dengan melihat daftar nama list pameran pada ends credit, setelah tahu nama asli sang aktris, dengan gampangnya gue tinggal mengetik nama aslinya pada kolum menu search wiki, dan sedetik kemudian dengan mudahnya gue udah bisa dapetin semua informasi tentang dia. Namun gue sadar kalau gue bukan lagi nonton DVD kali ini, tapi gue lagi makan di food-hall. Lalu gue berpikir, apa yang dilakukan oleh seorang agen rahasia kalau dirinya sedang berada dalam kondisi sulit seperti ini? Jawabannya adalah: dia berdoa *agen rahasia juga manusia*

Gue tipe orang yang gak pernah percaya dengan keberuntungan. Sama halnya dengan gue gak pernah percaya kalau ivan gunawan itu laki-laki atau Andhika kangen band itu manusia. Namun siang itu keberuntungan datang menghampiri gue dengan cara yang misterius tapi nyata. Keberuntungan datang ketika seorang pria memanggil nama cewek imut itu dari kejauhan dengan nada yang cukup lantang, hingga untuk pertama kalinya dalam sejarah gue mengetahui nama cewek imut itu. nama cewek imut itu adalah (Nama samaran) InD4h iMut b4n9eT

Sama seperti kebiasaan gue nonton DVD ketika sudah mengetahui nama asli sang aktris cantik lalu ingin tahu detail informasi tentang dirinya secara lengkap. Begitu juga dengan gue. Setelah mengetahui namanya, gue pun ingin tahu semua detail informasi yang berhubungan dengan InD4h iMut b4n9eT. Lalu Iseng-iseng gue keluarin Iphone dari saku kemeja, masuk ke Wiki dan gue ketik huruf “InD4h iMut b4n9eT” pada kolom menu search. Dan hasilnya adalah “There were no results matching the query” Si wiki tampaknya kali ini sedang bego karena gak bisa ngebantu gue *Goddamnit*

Mungkin satu-satunya jalan untuk mengenal lebih dekat InD4h iMut b4n9eT adalah gue harus mengajaknya kenalan secara gentle, mengajaknya makan bareng di food-hall, ngobrolin hal-hal yang ringan seperti bagaimana cara menggendong ucok baba hingga ngobrolin hal-hal yang berat seperti bagaimana cara menggendong pretty asmara. Seep! Gue memutuskan untuk mendekati mejanya. Gue beranjak dari tempat meja gue. Melangkah lebih dekat ke mejanya. Semakin dekat. Semakin dekat lagi. Ketika jarak kita sudah bener-bener dekat. Tiba-tiba matanya menatap gue. Mata gue menatap dia. Kalau sudah begini ingin rasanya menyanyikan lagu chaiya-chaiya-nya Briptu Norman di depan dia. tapi niat itu gue urungkan. Gue malah Belok ke arah stand penjual nasi goreng, lalu membayar nasi goreng pesanan gue dengan cool layaknya Morgan Smash bayar Nasi goreng.

Setelah membayar nasi goreng. Gue keluarin Iphone dari saku kemeja, masuk ke account twitter gue dan mengetik “Seandainya #hidupiniseperti wikipedia. Aku akan mudah mencari tahu semua informasi tentang dirimu”

Setidaknya kekuatan super-hero gue kali ini gak berfungsi di depan dirinya. Karena matanya menatap gue walau hanya sesaat. *Pasang kacamata item. Balik badan dengan cool bak agen rahasia*